Senin, 05 April 2010

Desain Hunian 2010, Transisi Minimalis ke Konsep Green

SEIRING perkembangan zaman, tren desain rumah tinggal semakin pesat. Sama pesatnya dengan perkembangan furnitur dan aksesori yang selalu mengikuti tren yang ada. Hal itu terlihat dari bermunculannya konsep-konsep hunian, seperti minimalis, modern, klasik, dan Mediterania.

Namun dari semua tren yang ada, sebagian belum mengikuti standar-standar rumah tinggal yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Menurut Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Her Pramtama, secara umum kita masih mengalami krisis lingkungan, dan hal ini akan berkembang secara terus-menerus apabila arsitek, pemilik rumah, dan pemerintah ”tidak bersatu”.

Salah satu cara mengubahnya yaitu dengan menerapkan konsep green pada hunian, seperti memanfaatkan cahaya alami dan meminimalkan kebergantungan kita pada teknologi. Mengingat global warming sudah menjadi isu dunia, perlu kesadaran dari tiap lapisan masyarakat. Memang cukup sulit untuk mengubah semua dari awal karena keadaan yang sudah tidak lagi relevan untuk diubah ke masa dulu. Karena itu, dibutuhkan langkah awal untuk meminimalkan keadaan ini.

Her menjelaskan, pada 2010 kita sudah harus merancang desain yang nyaman. Dalam arti, kita dapat menghirup udara yang cukup dan penyerapan cahaya alami.

”Karena sebenarnya masyarakat kita sudah dibiasakan untuk ”toleransi-toleransi” tertentu. Seperti penggunaan AC, penggunaan listrik di siang hari, dan perilaku-perilaku lain sehingga untuk mengubahnya dari awal lagi cukup sulit. Jadi, mulai sekarang kita harus menghilangkan ”toleransi” tersebut dan kembali ke kehidupan nyata kita,” beber Her.

”Caranya dengan menerapkan konsep green pada area rumah, mengurangi penggunaan AC, mengurangi penggunaan lampu pada siang hari, dan ubah gaya hidup,” tambahnya.

Lalu, bagaimana dengan tren hunian 2010? Her selaku Ketua IAI untuk wilayah Jakarta, mempunyai jawaban khusus. Dia menje-laskan, sebenarnya arsitektur tidak bisa diarahkan sebagai fesyen atau tren, karena gaya hunian muncul ketika Indonesia mengalami krisis moneter, di mana harga material melambung cukup tinggi .

”Alhasil, pada saat itu furnitur yang digunakan dalam penataan rumah dikurangi dan muncullah pendekatan tren tersebut seperti minimalis, modern, klasik, dan konsep lainnya,” jelas Her.

Sedangkan desain tropis bukanlah suatu gaya, melainkan sebuah kebutuhan, karena sejatinya kita hidup di sebuah negara beriklim tropis. Jadi, gaya tropis adalah suatu keharusan dan kita harus aware atas masalah-masalah tersebut.

Lalu, apa sebenarnya yang ingin ”dilemparkan” oleh para arsitek dan pengusaha properti kepada khalayak untuk melihat desain hunian pada 2010? Jika kita menilik ke tahun sebelumnya, tren gaya minimalis tetap menjadi pilihan, mengingat ”kesederhanaan” pada zaman dulu memang dibutuhkan. Namun, perekonomian sekarang sudah semakin membaik dan masyarakat pun sudah mengarah ke titik jenuh pada suatu konsep hunian, sehingga timbullah usaha menuju keanekaragaman.

Menurut Her, tren arsitektur sekarang sudah mengarah ke titik jenuh, di mana masyarakat sudah mulai bosan dengan ”kesederhanaan” yang ada. Apalagi perekonomian yang sudah semakin membaik, sehingga tren tahun depan mengarah ke kolaborasi antara desain modern dan gaya lain yang mungkin lebih banyak menggunakan detail aksesori dan furnitur. Contoh, dulu kita hanya menggunakan tembok dengan cat warna putih, tapi sekarang masyarakat mempunyai banyak pilihan agar dinding tampak lebih dekoratif.

Lebih Hemat Energi

Global warming menjadi isu dunia yang paling teranyar saat ini. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara luar, tapi negara kita pun tak luput dari isu besar ini. Sebab itu, saat ini pemerintah dan berbagai elemen masyarakat sedang gencar-gencarnya menyuarakan hal tersebut, dan diharapkan tahun 2010 menjadi waktu yang tepat untuk kita melakukan perubahan.

Menurut arsitek Nunung Adiwijaya, 2010 akan menjadi tahun transisi tren minimalis menuju konsep green. ”Dalam arti, dari perkembangan minimalis menuju desain sustainable, yakni desain yang hemat energi,” katanya.

Ciri-ciri konsep green ini, pertama: rumah memiliki banyak bukaan seperti jendela-jendela yang besar dan tinggi. Dengan banyak bukaan, rumah akan lebih banyak mengadopsi udara dan cahaya alami sekaligus mengurangi penggunaan energi listrik pada siang hari.

Kedua, bangunan-bangunannya lebih tinggi, yakni plafon yang dibuat lebih dari tiga meter. Desain seperti ini tidak hanya membuat rumah menjadi hemat energi, tapi juga memberi kesan mewah dan megah. ”Biasanya hal tersebut diterapkan di ruang publik seperti ruang keluarga dan ruang tamu,” ujar Nunung.

Ciri ketiga, biasanya konsep seperti ini kerap memanfaatkan banyak lansekap, seperti taman di area depan maupun belakang rumah. Berbicara desain eksterior 2010, tentu berkaitan pula dengan interiornya. Menurut Nunung, desain interior akan mengikuti tren rumah yang sedang berkembang. Karena antara desain eksterior dan interior saling berkesinambungan, jadi pasti ada beberapa aspek yang menjadi second opinion. Contohnya, ujar Nunung, sekarang masyarakat sudah banyak yang jenuh dengan desain modern dan beralih ke desain yang ”abadi”, dalam arti tidak habis termakan zaman, semisal gaya klasik dan art deco.

”Tapi, mengingat tahun depan merupakan transisi tren minimalis ke konsep green, maka desain interior minimalis masih menjadi pilihan,” imbuh Nunung.

Pergantian tren desain hunian tidak hanya dirasakan pada fasad dan bentuk rumah, tapi juga warna. Nunung berpendapat, tren warna di masa mendatang mungkin akan banyak mengalami perubahan, karena masyarakat sekarang sudah mulai berani menerapkan warna-warna cerah di dalam rumah mereka.

”Seperti hijau dan biru, tapi tidak tertutup kemungkinan masyarakat masih banyak juga yang menerapkan warna netral seperti abu-abu, karena melihat tahun depan ada peralihan dari desain minimalis ke konsep green,” jelas Nunung.(Koran SI/Koran SI/tty)

Sumber artikel:

http://lifestyle.okezone.com/read/2009/12/29/30/289208/30/desain-hunian-2010-transisi-minimalis-ke-konsep-green

Hemat Energi dengan Arsitektur


KESELARASAN hidup manusia dan alam terangkum dalam konsep arsitektur hijau. Konsep yang kini tengah digalakkan dalam kehidupan manusia modern.

Arsitektur hijau adalah suatu pendekatan pada bangunan yang dapat meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan. Arsitektur hijau meliputi lebih dari sebuah bangunan.

Dalam perencanaannya, harus meliputi lingkungan utama yang berkelanjutan. "Untuk pemahaman dasar arsitektur hijau (green architecture) yang berkelanjutan, di antaranya lanskap, interior, dan segi arsitekturnya menjadi satu kesatuan," ujar Nirwono Yoga, desainer lanskap yang juga pemerhati lingkungan.

Dalam perhitungan kasar, jika luas rumah adalah 150 meter persegi, dengan pemakaian lahan untuk bangunan adalah 100 meter persegi, maka sisa 50 meter lahan hijau harus digenapkan dengan memberdayakan potensi sekitar. Nirwono mencontohkan, pemberdayaan atap menjadi konsep roof garden dan green wall. Dinding bukan sekadar beton atau batu alam, melainkan dapat ditumbuhi tanaman merambat. Selain itu, tujuan pokok arsitektur hijau adalah menciptakan eco desain, arsitektur ramah lingkungan, arsitektur alami, dan pembangunan berkelanjutan.

"Arsitektur hijau dipraktikkan dengan meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air, dan bahan-bahan, mereduksi dampak bangunan terhadap kesehatan melalui tata letak, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan bangunan," ulas Dr Mauro Rahardjo dari Feng Shui School Indonesia.

Secara matematis disebutkan, konsumsi 300 liter air harus dapat dikembalikan sepenuhnya ke tanah. Misalkan, air sisa cuci sayur dapat digunakan untuk mencuci mobil. "Atau membuat sumur resapan dan biopori," kata Nirwono.

Dalam hal estetika, arsitektur hijau terletak pada filosofi merancang bangunan yang harmonis dengan sifat-sifat dan sumber alam yang ada di sekelilingnya. Penggunaan bahan bangunan yang dikembangkan dari bahan alam dan bahan bangunan yang dapat diperbaharui.

"Memanfaatkan sumber yang dapat diperbaharui seperti menggunakan sinar matahari melalui passive solar dan active solar, serta teknik photovoltaic dengan menggunakan tanaman dan pohon-pohon melalui atap hijau dan taman hujan," kata Mauro.

Konsep arsitektur hijau sangat mendukung program penghematan energi. Rumah ala tropis dengan banyak bukaan, dibentuk untuk mengurangi pemakaian AC juga penerangan. Namun, hal tersebut tidak akan berjalan mulus jika sekeliling rumah tidak asri. Bukaan banyak hanya akan memasukkan udara panas dan membuat pemiliknya tetap memasang pendingin ruangan.

Taman dan halaman dalam arsitektur hijau juga tidak sekadar memperhatikan estetika. "Dengan adanya krisis pangan, gagasan roof garden bisa jadi apotek hidup atau kebun sayuran. Tidak zaman lagi bikin taman dari segi estetis saja," sebut Nirwono. Tanaman sayur ditata serapi mungkin, kemudian dikonsumsi pemiliknya. Beberapa tanaman yang cocok untuk roof garden adalah daun sirih, pandan sayur, kangkung, dan lain-lainnya.

Nirwono menjelaskan adanya keselarasan antartiap sendi dalam kehidupan. Orang bicara konsep hijau, tapi tidak jeli dengan sekitar. Krisis energi muncul akibat kelemahan manusia dalam memenuhi kebutuhan. Manusia menunggu datangnya bahan pangan dari luar kota. Sayur tomat yang bisa ditanam di halaman, tidak menjadi pilihan pertama. Lebih suka menunggu truk sayur membawa dari luar kota. Coba pikir, berapa banyak energi yang terbuang.

Sebuah perusahaan di Jerman melansir produk batu bata ramah lingkungan. Nyatanya, produk tersebut tidak jadi ramah lingkungan jika mesti dibawa menggunakan kapal laut ke luar Jerman. Sebaiknya kita mampu menggunakan batu bata sendiri, dengan biaya dan peluang pemborosan energi lebih sedikit. Struktur bangunan asli Indonesia sudah menerapkan prinsip green architecture.

"Struktur bangunan di Jawa dan Irian, jenis arsitektur tropis memanfaatkan bahan asli dari daerah tersebut," ucap pria ramah ini. Dengan segala keterbatasan, nenek moyang kita membangun rumah tepat daya dan guna.

Dari segi interior, arsitektur hijau mensyaratkan dekorasi dan perabotan tidak perlu berlebihan, saniter lebih baik, dapur bersih, desain hemat

energi, kemudahan air bersih, luas dan jumlah ruang sesuai kebutuhan, bahan bangunan berkualitas dan konstruksi lebih kuat, serta saluran air bersih. Untuk mengatasi limbah sampah, lubang biopori dapat menjadi solusi.

(sindo//tty)

Sumber artikel:

Hijahttp://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/25/30/121967/hemat-energi-dengan-arsitektur-hijau



Senin, 22 Maret 2010

Pengertian Permintaan dan Penawaran, Hukum & Faktor Yang Mempengaruhi


Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.

A. Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.

B. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)

1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.

2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.

3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.

4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.

5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.

D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)

1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.

2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.

3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.

4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.

5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

Hukum Permintaan dan Penawaran Yang Berlaku Saat Ini


Pada kenyataan saat ini hukum permintaan dan penawaran tidak begitu saja berlaku.
contohnya pada saat hari-hari besar perayaan umat beragama. permintaan meningkat tetapi harga barang justru cenderung naik padahal disisi lain stok barang masih melimpah.

Senin, 15 Februari 2010

Sepeda Bambu, Kendaraan Ramah Lingkungan

Sepeda yang biasa kita kenal adalah yang terbuat dari besi, aluminium alloy, carbon, dan yang marak belakangan dengan isu green technology adalah sepeda kayu. Namun siapa pernah berpikir membuat sepeda dari bambu?

Sepeda bambu adalah sepeda yang ramah lingkungan. Selain materialnya relatif murah, mudah didapat, dan mudah didaur ulang, proses pembuatannya pun tidak menimbulkancarbon trace yang tinggi seperti pembuatan sepeda biasa. Seiring dengan pembatasancarbon untuk mencegah pemanasan global, agaknya sepeda bambu adalah solusi yang benar-benar hijau untuk bumi.

Selain itu sepeda bambu juga diklaim lebih nyaman dibandingkan sepeda biasa. Bambu memang dikenal sebagai materi yang ulet, lentur, tetapi kuat. Kelenturan bambu yang digunakan sebagai rangka sepeda ternyata mampu meredam getaran sepeda saat melaju di lintasan off-road.

Bamboo Bike Project (http://www.bamboobike.org/Home.html) adalah organisasi sosial yang merupakan gabungan antara ilmuwan dan insinyur di The Earth Institute, Universitas Columbia, bekerjasama dengan industriawan sepeda Craig Calfee. 25 tahun yang lalu, Calfee mengunjungi Afrika, dan terkejut melihat penduduk aslinya menggunakan sepeda untuk berkeliling desa. Calfee menyimpulkan bahwa sepeda adalah transportasi andalan di Afrika yang efektivitasnya jauh melebihi kendaraan bermotor bahkan kendaraan umum.

Kini Bamboo Bike Project membantu masyarakat miskin di pedesaan di Ghana, Afrika, untuk merakit sendiri sepeda bambu mereka. Diharapkan aktifitas perekonomian dan masyarakat akan meningkat dengan kehadiran sepeda ini. Juga, Bamboo Bike Project berharap kegiatan ini menginspirasi masyarakat Ghana untuk memproduksi sepeda bambu secara profesional melalui home industry kepada masyarakat internasional.
Bagi Anda yang tertarik mencoba merakit sendiri tentu merupakan tantangan sendiri. Untuk pengetahuan awal, Anda harus tahu jenis dan anatomi sepeda. Ketepatan dimensi tentu akan sangat berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan berkendara. Kalau mau gampang, Anda juga dapat menjiplak dimensi sepeda yang sudah ada.

Anda juga harus jeli memilih bambu. Ada ratusan spesies bambu namun Anda bisa mulai dari bambu kuning Cina (Cannabis sp.). Selanjutnya, Anda juga harus tahu teknik pengeringan bambu. Pemanasan membuat bambu menjadi lebih ulet dan mencegah terjadinya retak pada bambu. Teknik ini tidak sulit dipelajari tapi membutuhkan ketekunan. Teknik penyambungan juga harus benar agar rangka tidak patah. Mungkin Anda akan kesulitan untuk membuat rangka sepeda yang 100% terbuat dari bambu, terutama di bagian joint nya.
Brano Meres di homepagenya menceritakan pengalamannya membuat sepeda pribadinya di tahun 2004, dan masih berfungsi sampai sekarang. Joint sepedanya (seat tube, brake boss, front tube, gear boss, rear joint) menggunakan bahan metal (duralumin).

Di Indonesia

Kondisi geografis, botanis, dan demografis Indonesia mendukung potensi pasar untuk sepeda bambu. Indonesia mengalami angka polusi yang cukup tinggi, terutama di Jakarta. Polusi, kemacetan, dan kesadaran masyarakat akan kesehatan ini pula yang memicu gerakan BikeToWork: bersepeda untuk menuju kantor.

Bambu juga banyak didapat di Indonesia. Satu-satunya halangan adalah, menurut Calfee Design yang notabene adalah satu-satunya produsen sepeda bambu saat ini, sepeda bambunya dilego seharga USD 2600. Suatu harga yang sama sekali tidak murah dan tidak ramah untuk masyarakat Indonesia. Mahalnya ini dikarenakan rumitnya pengerjaan dan kualitas yang sebanding dengan garansi 10 tahunnya. Menurut saya, angka ini juga dikarenakan tingginya upah tenaga kerja di Amerika.

Mengingat bahwa proyek ini berhasil di Ghana (tanpa penduduk Ghana harus merogoh kocek USD 2600 per unit) mengapa tidak di Indonesia? Rakyat Indonesia dikenal sebagai populasi yang kreatif. Mungkinkah hal ini menginspirasi pelaku home industri untuk merintis bisnis serupa? Mungkinkah Wim Cycle, Polygon, atau United melakukan terobosan produknya? Atau mungkin ada yang ingin menyediakan kit DIY (Do It Yourself) berupa jointnya, sehingga kita tinggal mencari bambu yang cocok, mengolahnya, dan merakitnya menjadi sepeda jadi? Tentu hasilnya akan memberikan kepuasan tersendiri.

Sumber : http://suaranurani.wordpress.com/sepeda-bambu-kendaraan-ramah-lingkungan/

Biobag, Kantong Plastik Ramah Lingkungan …

Biobag adalah sejenis kantong plastik yang ramah lingkungan. Adalah perusahaan asal Norwegia yang melakukan inovasi melalui percobaan selama 10 tahun oleh seorang professor asal Norwegia.

Kemajuan bioteknologi telah membuktikan bahwa dari bahan baku yang tak pernah terpikirkan sebelumnya kini menjadi bahan sangat berguna. Misalnya saja, dari kulit ari jagung yang mengkilat itu, sebuah perusahaan di Amerika mampu menciptakan layer pengganti LCD dari silicon. Bisa jadi, layer computer atau layer Plasma TV atau layer HP anda sebenarnya bahan bakunya adalah kulit jagung. Menurut penciptanya, yakni Dupont, layar LCD dari jagung tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga tahan lama bahkan kelenturann! ya melebihi LCD yang terbuat dari silicon.

Biobag tak ubahnya dengan kantong plastik pada umumnya. Bentuknya seperti kantong kresek. Biobag ini seratus persen terurai, tidak seperti produk ramah lingkungan yang lainnya. Rahasianya terletak pada bahan baku Biobag yang terbuat dari kulit jagung dan komposisi bahan lainnya yang seratus persen bisa terurai dan berubah menjadi kompos yang menyuburkan. Produk Biobag ini tidak seperti kantong plastik biasa yang terbuat dari bensin tidak sangat sukar terurai dalam tanah.

Mengapa tidak berbau? Adalah pori-pori yang dimiliki Biobag sehingga memungkinkan sirkulasi udara di dalamnya. Sampah yang disimpan di dalam Biobag tidak mengembun, sesuatu yang menimbulkan jamur berbau busuk. Biobag mempunyai pori pori yang memungkinkan sirkulasi udara. Sampah organik yang ditaruh dalam kantong ini tidak membusuk malah mengering. Ia mampu meredam bau sampah.

Karena keistimewaan inilah, kantong biobag jika dipergunakan untuk kantong sampah bisa menghemat biaya pengangkutan karena sampah organik mengering dan menyusut sampai 50 persen setelah tujuh hari disimpan . Tidak hanya itu, jika ditaruh ditempat pembuangan sampah, biobag akan berubah menjadi kompos dalam tempo 10 hingga 45 hari jika ditaruh ditanah. Sudah pasti kompos tidak menimbulkan bau busuk yang menusuk hidung.

Biobag ini tidak hanya untuk kantong sampah, namun bisa digunakan untuk menyimpan makanan sehingga bisa tahan lama sampai dua bulan jika dimasukkan ke dalam lemari es. Ikan dan daging misalnya, akan tetap segar jika dibungkus dengan biobag dan tidak lengket, tidak seperti kantong plastik biasa. Ini sangat mempermudah proses pencairan bahan makanan yang dibekukan.

from :erabaru.or.id
sumber :http://samsul-arifin.math.web.id/2008/01/23/biobag-kantong-plastik-ramah-lingkungan/