Senin, 03 Januari 2011

Fenomena Multimedia

Peran Bahasa dan Multimedia dalam Pembelajaran Ilmiah

Peran antara bahasa dan multimedia yang memiliki tujuan sebagai sarana pembelajaran ilmiah ini, membuat informasi dalam bentuk bahasa yang telah diolah melalui sarana multimedia menjadi informasi yang menarik, sistematis dan berkualitas sehingga dapat diterima oleh komunikan (penerima pesan/informasi) dengan baik, cepat dan mudah dipahami. Komunikasi yang terjadi pun lebih efektif, efisien serta komunikatif. Bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi baik lisan maupun tertulis dan multimedia yang merupakan salah satu kemajuan teknologi dalam pembelajaran memberikan pengaruh yang sangat positif dalam pembelajaran ilmiah serta kemajuan teknologi multimedia yang berupa menggabungkan teks, suara, gambar video dalam satu kreatifitas. Namun, tidak hanya memberikan dampak positif saja kemajuan teknologi informasi yang berupa bahasa tulis melalui teknologi multimedia juga memberi dampak negatif dalam pembelajaran ilmiah yaitu tidak lagi dapat terkontrol secara baik bahasa yang digunakan sehingga terjadi banyak kesalahan berbahasa yang mengakibatkan pembelajaran ilmiah tidak secara keseluruhan menggunakan bahasa ilmiah yang sesuai dengan EyD dan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Untuk itu peran multimedia perlu ditingkatkan dalam pembelajaran ilmiah agar informasi bahasa tertulis yang masuk dapat difilterisasi dengan baik oleh teknologi multimedia secara otomatis melalui sebuah aplikasi yang dapat membenarkan secara otomatis bahasa yang tidak sesuai dengan pembelajaran ilmiah sehingga bahasa yang akan diterima komunikan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kalimat Utama : Peran antara bahasa dan multimedia yang memiliki tujuan sebagai sarana pembelajaran ilmiah ini membuat informasi dalam bentuk bahasa yang telah diolah melalui sarana multimedia menjadi informasi yang menarik, sistematis dan berkualitas sehingga dapat diterima oleh komunikan (penerima pesan/informasi) dengan baik, cepat dan mudah dipahami. Komunikasi yang terjadi pun lebih efektif, efisien serta komunikatif. (Induktif)

Senin, 13 Desember 2010

Ragam busana masyarakat Asmat

Jenis atau ragam budaya Asmat belum banyak diketaui, sejauh ini yang ditemukan hanya berupa rok dengan cawat sebagai penutup aurat kaum laki-laki dan perempuan. Laki-laki Asmat biasanya memakai pummi semacam rok yang dibuat dari anyaman daun sagu. Rumbai-rumbai pummi dilepas begitu saja sehingga terurai di sekeliling pinggul dan paha.

Penahan pummi adalah asenem, ikat pinggang dari anyaman rotan. Sedangkan kaum perempuan memakai tok, semacam celana dalam. Tok adalah pummi yang rumbai-rumbai bagian depannya dikumpulkan lalu ditarik ke bagian belakang pinggul melaluai ceelah paha sehingga menyerupai celana dalam. Untuk menutup payudara, wanita Asmat membuat semacam bra dari anyaman daun sagu muda yang disebut peni atau samsur. Tali pengikatnya dibuat dari akar pandan, disebut tali bow. Dan peni, dahulu hanya dipakai oleh istri panglima perang.....more....

reference :

http://www.amazingequator.info

Masyarakat Asmat – Salah Satu Masyarakat Asli Papua

Wilayah pantai (selatan) Irian Jaya didiami sukubangsa Muyu, Marind, Asmat, dan Mimika. Suku bangsa Asmat adalah suku bangsa terbesar diantara suku-suku bangsa lainnya di bagian selatan Irian, bahkan di kawasan propinsi Irian Jaya. Mereka bermukim di daerah rawa yang luas.

Daerah persebarannya pun cukup luas hingga ke Pantai Kasuari. Seperti halnya suku bangsa lainnya, masyarakat Asmat merancang dan mengembangkan berbagai jenis busana dan tata rias untuk dipakai sehari-hari maupun untuk keperluan upacara adat...more....

reference :

http://www.amazingequator.info

Kamis, 09 Desember 2010

Pasar Tradisional VS Pasar Saham

Banyak yang beranggapan bahwa pasar saham lebih tinggi dalam hal perputaran uang, namun kenyataannya pasar tradisional yang justru memiliki perputaran uang yang lebih tinggi. Pasar Tradisional hanya butuh beberapa jam saja untuk memutar uang hingga milyaran rupiah sedangkan pasar saham butuh 10-12 jam untuk memutar uang hingga ratusan milyar rupiah. Seperti contohnya pasar Kramat Jati Jakarta Timur, pasar tersebut buka pukul 10 tetapi pada jam 2 atau jam 3 hampir semua dagangan para pedagang habis terjual. Sedangkan perputaran uang dalam beberapa jam itu sudah mencapai angka milyar.

Warna-warni Laut Jepang

Perairan di lepas pantai bervariasi mulai dari dingin, sedang, hingga tropis. Kehidupan lautnya pun sama luar biasanya.

Oleh JULI BERWALD
Foto oleh BRIAN SKERRY

Cahaya matahari menyeruak di antara retakan di permukaan es. Potongan es yang tebal memancarkan cahaya hijau zamrud mencerminkan warna ganggang. Sejumlah penghuni wilayah dingin ini pun mulai bermunculan: siput air berwarna biru yang tembus pandang, ikan merah muda dengan ekor seperti kipas seorang geisha, seekor ikan lumpsucker oranye terang yang tampak seakan-akan baru meloncat keluar dari film kartun Pokémon.
Ini adalah dunia bawah laut yang menunggu kedatangan fotografer Brian Skerry, yang tersaruk lamban di atas pantai dekat sebuah kota nelayan bernama Rausu, di sudut timur laut Jepang. Dengan kamera di tangan, Skerry menyelam di antara lempengan es ke dalam air Laut Okhotsk, yang berbatasan dengan Semenanjung Shiretoko.

Jepang membentang di atas daerah sepanjang 2.400 kilometer dan mencakup lebih dari 5.000 pulau. Saat daratan berbaur dengan lautan pada daerah yang sangat luas ini, ia mencakup setidaknya tiga ekosistem yang berbeda. Di utara yang dingin, elang laut, dengan rentang sayapnya yang mencapai dua meter, dan kepiting raja hidup di atas lautan yang tertutup es di lepas Semenanjung Shiretoko yang terpencil. Di perairan tengah bersuhu sedang di Semenanjung Izu dan Teluk Toyama, hanya beberapa jam perjalanan darat dari pencakar langit Tokyo, tampak segerombolan cumi kunang-kunang dan hutan karang lunak. Di selatan yang lembap, kupu-kupu cantik dan hiu macan pasir berukuran besar hidup bersama-sama di terumbu karang di Kepulauan Bonin, yang terdiri dari 30 pulau atau lebih, sekitar 800 kilometer di selatan Tokyo.

Arus laut yang merupakan kunci untuk keragaman kehidupan laut membasuh pantai-pantai Jepang dengan suhu air berkisar antara -1°C sampai 30°C. Arus laut juga menghasilkan beberapa rekor dunia untuk negara itu. Arus Kuroshio yang kuat mendorong air hangat ke utara, memungkinkan terumbu karang untuk tumbuh subur di tempat yang tidak biasanya. Arus Sakhalin Timur menarik air dingin ke arah Jepang, membuat Semenanjung Shiretoko menjadi tempat paling selatan di dunia yang memiliki lautan es di musim dingin.

Arus-arus ini tidak hanya mengendalikan temperatur air. Mereka juga membawa berbagai kehidupan laut dari tempat yang jauh. Endapan menghiasi garis pantai Jepang yang berada dekat gunung berapi, ujar profesor dari Florida Institute of Technology, Robert van Woesik. Pada pulau-pulau yang dikelilingi oleh terumbu karang, laguna itu "bertindak bagaikan sarung tangan bisbol yang menangkap karang dan larva ikan."

sumber referensi :
Warna-warni Laut Jepang http://nationalgeographic.co.id/feature/179/warna-warni-laut-jepang